Click here for Myspace Layouts

Senin, 11 Februari 2013

BAGAIMANA MELAKSANAKAN PENDEKATAN PERORANGAN DAN KEPERCAYAAN DALAM KEGIATAN PENYULUHAN PERTANIAN

Salah satu tugas penyuluh pertanian ialah, menyampaikan, memberikan bimbingan / petunjuk tentang informasi pertanian atau alternatif-alternatif usahatani yang menguntungkan kepada kelompok-kelompok tani (dewasa, kelompok wanita tani dan pemuda tani) yang dibinanya.
Tugas tersebut tidaklah ringan, karena seorang penyuiuh pertanian harus menghadapi petani-petani dengan latar belakang sifat, adat-istiadat dan tradisi yang berbeda satu sama lain. Kesan dalam pertemuan pertama kadang- kadang sangat menentukan keberhasilan tugas selanjutnya sebagai penyuiuh pertanian. Karena itu seorang penyuiuh pertanian dituntut untuk memiliki kepribadian yang mampu membawa dirinya menjadi orang yang diakui dan dipercaya oleh petani yang dibimbingnya.
Demi keberhasilan tugas menyelenggarakan kegiatan penyuluhan pertanian, para penyuiuh harus mampu melaksanakan secara teratur dan berkesinambungan mengunjungi petani. Dalam kunjungan itu penyuiuh: 1). Menyesuaikan sikapnya dengan perkembangan petani yang dibimbingnya; 2). Menyadari kenyataan bahwa petani itu adalah orang dewasa yang mempunyai pengalaman-pengalaman dalam hidupnya (bukan orang bodoh); 3). Mampu menyesuikan kegiatannya dengan waktu senggang petani; 4). Meyakini bahwa teknologi yang akan diajarkannya benar- benar merupakan teknologi terapan yang secara sosial dapat diterima, secara teknis memungkinkan dan ekonomis menguntungkan; 5). Mendorong dan memberikan kesempatan bagi petani untuk mencoba menerapkan teknologi yang diajarkan.
Sistim Kerja Laiihan dan Kunjungan (LAKU) merupakan urat nadi kegiatan penyuluhan pertanian. Penyelenggaraan latihan dan kunjungan yang teratur dan berkesinambungan merupakan persyaratan yang harus ditepati.
Hal- hal yang perlu diperhatikan dalam acara kunjungan ini antara lam adalah : 1). Pemberitahuan yang jelas kepada kelompok-kelompok tani tentang maksud dan jadwal kegiatan kunjungan yang akan serta kontaktani dan tani maju pada setiap kegiatan kunjungan yang dilakukan; 3). Menyusun jadwal kegiatan dalam satu minggu, sebagai contoh: a). 4 hari untuk keperluan kunjungan kepada kelompok tani; b). 2 hari untuk keperluan latihan, administrasi/penyusunan laporan atau untuk mengganti kegiatan kunjungan yang tidak dapat dilaksanakan, dan lain- lain.
Pada setiap kegiatan kunjungan, penyuiuh pertanian bertugas mengunjungi kelompok- kelompoktani (dewasa, wanita tani) di wilayah kerjanya. Kunjungan tersebut diselenggarakan melalui kunjungan rumah atau kunjungan hamparan lahan usahatani anggota kelompok terutama di lahan usaha tani yang ada kaitannya dengan masalah yang akan dibahas atau yang akan disuluhkan dan juga bantuan pemecahan masalah. Topik atau metode penyuluhan pada saat kunjungan haruslah jelas dan aktual terutama ditujukan untuk pemecahan masalah usaha tani yang pada saat itu sedang dihadapi.
Seorang penyuiuh pertanian harus mampu menumbuhkan, memelihara dan mempertahankan kegairahan petani, agar dalam setiap kegiatan yang diselenggarakan mereka dapat berperan aktif.
Dengan demikian seorang penyuiuh, sekaligus dapat dengan mudah memperoleh umpan balik (feed back) dari pada petani, guna penyempurnaan kegiatan selanjutnya. Supaya pada setiap kegiatan kunjungan seorang penyuiuh selalu dalam keadaan siap mengikuti, baik pengetahuan maupun keterampilan mereka harus mengikuti latihan yang diselenggarakan oleh aparatur Diklat, atau BP4K dan WKBP3K setiap dua minggu atau satu bulan sekali.

Pendekatan Perorangan
Dalam kegiatan penyuluhan pertanian dikenal ada 3 (tiga) metode pendekatan yaitu: 1). Pendekatan perorangan; 2). Kelompok dan 3). Massal. Untuk pendekatan perorangan, seorang penyuiuh pertanian berhubungan langsung dengan masing-masing petani melalui kunjungan rumah atau kunjungan di lahan usaha tani. Dengan demikian akan terjalin hubungan langsung antara penyuluh pertanian dengan petani dan keluarganya.
Langkah-langkah yang dilakukan dalam pendekatan perorangan tersebut antara lain adalah : - Mulai dengan berkenalan, beramah tamah dan bersilaturahmi; - Bertukar pikiran tentang berbagai masalah baik mengenai keadaan masyarakat setempat maupun masalah pribadi; - Menemukan masalah-masalah yang tidak disadari oleh sasaran; - Mengajarkan pengetahuan, keterampilan dan sikap; - Memberi atau mendapatkan informasi lainnya yang diperlukan.
Selama kegiatan kunjungan harus diingat hal-hal sebagai berikut : - Mulailah dengan hal-hal yang menarik perhatian petani; - Berikan kesempatan kepada petani untuk mengungkapkan isi hatinya (aspirasi) dan jangan memotong pembicaraannya; - Pergunakan bahasa yang sederhana dan mudah dimengerti; - Bersungguh-sungguh dalam mengemukakan pesan yang disampaikan; - Berikan kesempatan kepada petani untuk mengemukakan gagasan-gagasannya; - jujurlah dalam mengajar atau belajar jangan memberi sesuatu harapan/janji yang belum pasti; - Pergunakanlah alat bantu pengajaran, alat peraga, misalnya bahan informasi pertanian tercetak (brosur, poster, folder, leaflet dan sebagainya) dan atau benih, bibit untuk mempermudah penyerapan petani terhadap materi yang disampaikan; - Catatlah tanggal kunjungan, tujuan hasil dan informasi penting lainnya.

Usaha Memperoleh Kepercayaan
Produksi suatu perusahaan akan laku dan disenangi oleh masyarakat apabila masyarakat sudah percaya terhadap produk itu. Begitu pula seorang penyuluh akan diikuti oleh petani apabila ia sudah dipercaya oleh petani tersebut.
Jelas kiranya bahwa dalam menyelenggarakan penyuluhan pertanian, pertama-tama penyuluh harus mengadakan hubungan / kontak dengan petani di wilayah kerjanya. Hubungan yang telah dijalin ini harus tetap dipelihara dan ditingkatkan sampai penyuluh yang bersangkutan memperoleh kepercayaan dari petani. Tetapi karena banyaknya petani yang harus dibimbing sedangkan waktu yang tersedia terbatas, seorang penyuluh pertanian tidak mungkin mengadakan pendekatan kepada petani seorang demi seorang untuk memperoleh kepercayaan tersebut. Untuk itu dapat ditempuh jalan dengan memanfaatkan potensi petani maju/tokoh masyarakat yang disegani (berpengaruh) karena biasanya tindakan mereka selalu diakui, diterima serta diakui oleh petani/ anggota masyarakat lainnya. Kepercayaan yang berhasil ditumbuhkan penyuluh pada petani maju/tokoh masyarakat tersebut akan menimbulkan pula kepercayaan dari petani /anggota masyarakat lainnya.
Jika penyuluh sudah dapat diterima oleh petani, ia harus tebih berhati-hati lagi mempertahankan hubungan baik yang telah dicapai. Hal-hal kecil/sepele misalnya bertamu tanpa melepas sepatu/sandal, cara duduk, cara berbicara dan sebagainya harus mencerminkan sikap dan kepribadian yang luhur tidak jarang hal-hal kecil tersebut dapat merusak hubungan yang telah terjalin baik. Penyuluh pertanian penting memperhatikan: 1). Kepercayaan petani tidak dengan tiba-tiba saja dapat diperoleh, melainkan harus dipupuk/sedikit demi sedikit. 2). Kepercayaan yang telah diperoleh dengan usaha yang memerlukan waktu lama untuk itu tidak akan langgeng tanpa upaya pemeliharaan yang terus-menerus.

Sumber : Sinar Tani
Penulis : M. Ali Jami, Amd

Tidak ada komentar:

Posting Komentar