Click here for Myspace Layouts

Senin, 07 Mei 2012

NILAI TUKAR PETANI (NTP)
Nilai Tukar Petani (NTP)
I.
Konsep dan Definisi
Nilai Tukar Petani merupakan salah satu indikator untuk mengukur tingkat kesejahteraan petani.
1.
Nilai Tukar Petani (NTP) adalah rasio antara indeks harga yang diterima petani (IT) dengan indeks harga yang dibayar petani (IB) yang dinyatakan dalam persentase. Secara konsepsional NTP adalah pengukur kemampuan tukar barang-barang (produk) pertanian yang dihasilkan petani dengan barang atau jasa yang diperlukan untuk konsumsi rumah tangga dan keperluan dalam memproduksi produk pertanian.
Secara umum NTP menghasilkan 3 pengertian :
a.
NTP > 100 berarti NTP pada suatu periode tertentu lebih baik dibandingkan dengan NTP pada tahun dasar.
b.  NTP = 100 berarti NTP pada suatu periode tertentu sama dengan NTP pada tahun dasar.
c.  NTP < 100 berarti NTP pada suatu periode tertentu menurun dibandingkan NTP pada tahun dasar.
2.
Indeks harga yang diterima petani (IT) adalah indeks harga yang menunjukkan perkembangan harga    produsen atas hasil produksi petani.
3. Indeks harga yang dibayar petani (IB) adalah indeks harga yang menunjukkan perkembangan harga
kebutuhan rumah tangga petani, baik kebutuhan untuk konsumsi rumah tangga maupun kebutuhan untuk
proses produksi pertanian.
4. Petani yang dimaksud disini adalah orang yang mengusahakan usaha pertanian (tanaman bahan makanan
dan tanaman perkebunan rakyat) atas resiko sendiri dengan tujuan untuk dijual, baik sebagai petani pemilik
maupun petani penggarap (sewa/kontrak/bagi hasil). Orang yang bekerja di sawah/ladang orang lain  
dengan mengharapkan upah (buruh tani) bukan termasuk petani.
5. Harga yang diterima petani adalah rata-rata harga produsen dari hasil produksi petani sebelum 
ditambahkan biaya transportasi/pengangkutan dan biaya pengepakan ke dalam harga penjualannya atau disebut farm gate (harga di sawah/ladang setelah pemetikan). Pengertian harga rata-rata adalah harga   
yang bila dikalikan dengan volume penjualan petani akan mencerminkan total uang yang diterima petani
tersebut. Data harga tersebut dikumpulkan dari hasil wawancara langsung dengan petani produsen.
6. Harga yang dibayar petani adalah rata-rata harga eceran barang/jasa yang dikonsumsi atau dibeli petani,
baik untuk memenuhi kebutuhan rumahtangganya sendiri maupun untuk keperluan biaya produksi
pertanian. Data harga barang untuk keperluan produksi pertanian dikumpulkan dari hasil wawancara
langsung dengan petani, sedangkan harga barang/jasa untuk keperluan konsumsi rumah tangga dicatat
dari hasil wawancara langsung dengan pedagang atau penjual jasa di pasar terpilih.
7. Pasar adalah tempat dimana terjadi transaksi antara penjual dengan pembeli atau tempat yang biasanya
terdapat penawaran dan permintaan. Pada kecamatan yang sudah terpilih sebagai sampel, pasar yang
dicatat haruslah pasar yang mewakili dengan syarat antara lain : paling besar, banyak pembeli dan penjual
jenis barang yang diperjualbelikan cukup banyak dan terjamin kelangsungan pencatatan harganya serta
terletak di desa rural.
8. Harga eceran pedesaan adalah harga transaksi antara penjual dan pembeli secara eceran di pasar
setempat untuk tiap jenis barang yang dibeli dengan tujuan untuk dikonsumsi sendiri dan bukan untuk
dijual kepada pihak lain. Harga yang dicatat adalah harga modus (yang terbanyak muncul) atau harga rata-
rata biasa dari beberapa pedagang/penjual yang memberikan datanya.
II.
Cara Pengumpulan Data
Pusdatin memperoleh data NTP dari publikasi BPS Pusat yaitu Buletin Ringkas dan Buletin Indikator Ekonomi yang diterbitkan setiap bulan. Klasifikasi indeks yang tercakup dalam publikasi tersebut adalah :
1. Indeks harga yang diterima petani (IT) terdiri dari :
a.
Indeks sektor tanaman bahan makanan (TBM) :
 - Indeks kelompok padi
 - Indeks kelompok palawija
 - Indeks kelompok sayur-sayuran
 - Indeks kelompok buah-buahan
b.
Indeks sektor tanaman perkebunan rakyat (TPR) :
-
Indeks kelompok tanaman perkebunan rakyat
2. Indeks harga yang dibayar petani (IB) terdiri dari :
a.
Indeks sektor konsumsi rumah tangga (KRT) :
- Indeks kelompok makanan
- Indeks kelompok perumahan
- Indeks kelompok pakaian
- Indeks kelompok aneka barang dan jasa
b. Indeks sektor biaya produksi dan penambahan barang modal (BPPBM) :
- Indeks kelompok non faktor produksi
  -    Indeks kelompok upah
  -    Indeks kelompok lainnya
  -    Indeks kelompok penambahan barang modal

Tidak ada komentar:

Posting Komentar