Click here for Myspace Layouts

Selasa, 19 April 2011

RADIO MERUPAKAN SALAH SATU MEDIA KOMUNIKASI PENYULUH

Penulisan Naskah Drama Radio

Oleh Dodi Mawardi
(Pengajar Penulisan Naskah Radio UI dan Interstudi)
Disarikan dari buku ’How To Write Radio Drama’
karya Elsa de Fossad, dengan sejumlah tambahan.
Sebelum masuk ke pembahasan penulisannya, setiap calon penulis drama radio harus paham karakteristik radio. Tidak semua karakter radio bisa diimplementasikan dalam drama. Tapi sebagian besar, terutama karakter utama radio, harus menjadi perhatian serius.
Keunggulan radio terkait drama:
1. Bahasa radio biasanya berakar pada budaya lisan sebuah masyarakat. Ini sangat menguntungkan karena drama, akan benar-benar mengangkat budaya lisan tersebut. Sampai saat ini, radio masih cenderung sangat lokal sehingga drama radio masih sangat efektif dalam menyampaikan pesan.
2. Radio punya kemampuan tak terbatas dalam menggugah imajinasi pendengar. Penulis naskah tak perlu khawatir, karena imajinasi pendengar bisa dieksplor semaksimal mungkin.
3. Radio tidak punya keterbatasan dalam mengubah waktu dan setting cerita. Tinggal menyebutkan situasinya secara lisan, pendengar akan langsung membayangkan situasi tersebut. Tanpa harus bersusah payah seperti televisi atau koran.
4. Radio bisa menjelajahi semua tempat dan kondisi, bahkan yang belum pernah ada sekalipun, dan tidak ada batasan untuk itu. Stasiun radio yang paling sederhana pun mampu melakukannya.
5. Ingat! Radio adalah media yang sangat personal. Sentuhlah hati mereka seintim mungkin.
Kelemahan radio terkait drama:
1. Semua pesan hanya diterima pendengar melalui telinga. Dan Anda tahu sendiri, telinga punya banyak keterbatasan. Penulis naskah harus mampu menyampaikan pesan sejelas mungkin dan memberikan kesempatan seluas-luasnya kepada pendengar untuk berimajinasi.
2. Pendengar hanya menjadikan radio sebagai secondary medium. Mereka tetap melakukan aktivitas selama menyimak siaran radio. Jarang sekali ada orang yang sangat berkonsentrasi ketika mendengar radio. Oleh karena itu, penulis naskah harus mampu menyampaikan pesan sejelas mungkin. Antara lain dengan pilihan kata yang jelas, sederhana dan mudah dimengerti. Jangan biarkan pendengar berpikir terlalu lama ketika menyimak siaran Anda.
3. Radio bisa menawarkan banyak hal, tapi ada beberapa hal yang tidak mungkin disampaikan secara mendetil. Misalnya cara memasak sebuah resep, atau cara membedah pasien dalam bidang kedokteran. Jangan sampai drama berisi hal-hal semacam itu.
4. Semua pesan dalam radio hanya didengar sekali saja, selintas (heard at once).
Bagaimana membuat naskah drama yang menarik?
a. Sampaikan karakter sejelas mungkin dan sesering mungkin. Agar pendengar selalu tahu siapa yang berbicara. Karakter ini bisa disampaikan oleh dirinya sendiri atau oleh karakter lain. Bisa pula oleh narator. Sebaiknya, setiap karakter khususnya karakter utama, disampaikan secara berkala, terutama di awal setiap scene. Karakter ini juga bisa ditunjukkan oleh suara yang khas/berbeda.
b. Buat naskah yang menarik pada awal setiap scene atau episode. Sebenarnya, daya tarik ini bukan hanya naskah tapi juga sound effect atau musik. Tapi, naskah menjadi yang utama, karena berisi pesan yang jelas.
c. Jangan terlalu banyak pesan inti yang disampaikan dalam setiap episode/scene. Buat inti cerita yang simpel dan mudah dicerna.
d. Ulangi beberapa pesan yang penting. Caranya bermacam-macam. Bisa berupa pertanyaan dari lawan bicara, pengulangan oleh lawan bicara atau pengulangan dari pembicara.
e. Jelaskan setting drama dengan jelas dalam setiap scene. Bisa disampaikan oleh narator, oleh para karakter atau menggunakan sound effect.
f. Sampaikan di awal episode tentang cerita pada episode sebelumnya secara singkat.
Unsur-unsur drama:
1. Karakter atau para tokoh.
2. Plot/ alur cerita. Setiap drama seharus berisi konflik, bahkan setiap episode dan scene sebaiknya berisi konflik.
Biasanya konflik terdiri dari:
- Konflik batin seseorang dengan nasib/takdir hidupnya.
- Konflik antar individu.
- Konflik seseorang dengan dirinya sendiri.
3. Setting.
4. Tema – yang biasanya berisi pesan moral apa yang disampaikan drama tersebut.
Stuktur drama:
A. Introduction
B. Development (with conflict).
C. Climax.
D. Resolution or denouement.
E. Conclussion.
Teknis cara penulisan naskah drama:
1. Gunakan huruf besar untuk nama tokoh, sound effect, music, dan aksi para tokoh.
2. Gunakan huruf kecil untuk naskah dialog para tokoh.
3. Setiap naskah dialog dan sound effect harus dibubuhi nomor, sesuai dengan urutan waktu.
4. Garis bawahi setiap aksi yang harus dijalankan oleh editor/operator produksi.
Panduan Menulis Dialog Drama Radio:
1. Setiap dialog harus tertulis dalam bentuk naskah yang lengkap, termasuk cara pengucapannya.
2. Dialog harus dibuat senatural mungkin. (Ingat write the way you talk)
3. Setiap dialog harus cocok dengan karakter tokoh.
4. Setiap karakter harus mencocokkan dialog dengan aksi dan situasi.
5. Sebutkan setiap nama karakter lebih banyak daripada dalam kehidupan sehari-hari.
6. Hindari tokoh atau karakter berbicara pada dirinya sendiri.
7. Hindari ketidakjelasan pesan. Setiap pesan harus berisi kejelasan tanpa membutuhkan penjabaran dari kalimat berikutnya.
8. Jelaskan setiap kondisi yang diinginkan dari setiap karakter ketika berdialog.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar