Click here for Myspace Layouts

Minggu, 06 Maret 2011

Enam Cara Membuat Presentasi Anda Mampu Menginspirasi Pendengarnya

Tahukah Anda apa rahasia presenter kelas dunia seperti Steve Jobs yang mampu mengundang decak kagum dalam setiap presentasi? Atau bagaimana Presiden Obama menyampaikan pidato hebat dalam setiap kesempatan yang mengundang semua orang berdiri dan bertepuk tangan?
Mengapa mereka mampu memberikan presentasi atau pembicaraan di depan publik sedemikian menarik sehingga mampu menginspirasi pendengarnya? Inilah rahasianya.

1. Kenali Audiens Anda

Presenter yang baik memahami betul siapa yang akan menjadi audiens dari presentasi yang dia bawakan. Mereka mempelajari informasi apa yang ingin diketahui audiens tersebut dan apa yang ingin mereka dengarkan. Mengenali audiens merupakan langkah awal agar Anda mampu menginspirasi mereka.

2. Lakukan Persiapan Yang Matang

Tahukah Anda berapa lama Steve Jobs mempersiapkan presentasi hebat selama 30 menit? Dia berlatih berhari-hari bahkan berminggu-minggu sebelumnya. Setiap slide dirancang sedemikian rupa agar menyatu dengan isi pembicaraan. Dan dia melakukan rehearsalberkali-kali sampai merasa mantap dan membuat presentasi yang dibawakan terdengar natural sekaligus meyakinkan.

3. Jadikan Slide Sebagai Pendukung Visual

Presenter hebat menjadikan slide mereka sebagai alat bantu visual untuk menjelaskan sebuah ide rumit menjadi sederhana, sebuah konsep kompleks menjadi mudah dipahami. Gunakan hanya sedikit kata dalam slide Anda. Slide seharusnya mendukung apa yang Anda bicarakan, bukan sebagai dokumen yang harus dibaca oleh audiens. Inilah ciri khas para presenter besar. Berbeda dari kebanyakan orang yang suka menulis kalimat panjang-panjang dalam slide mereka.

4. Berbicara Dengan Penuh Keyakinan dan Percaya Diri

Ada dua tujuan utama presentasi: memberi informasi dan meyakinkan pendengarnya. Dengan demikian, sebelum Anda bisa meyakinkan audiens, Anda sendiri harus yakin betul bahwa apa yang Anda sampaikan merupakan hal penting, sesuatu yang berharga untuk diketahui, dan jika dilaksanakan akan membawa manfaat besar bagi pelakunya. Berbicaralah dengan penuh keyakinan dan percaya diri agar audiens bisa melihatnya dalam diri Anda. Jika itu Anda lakukan, audiens pasti terinspirasi.

5. Gunakan Bahasa Sederhana dan Mudah Dimengerti

Orang pintar adalah orang yang bisa menjelaskan sesuatu yang rumit dengan bahasa sederhana. Lakukan hal tersebut dalam presentasi Anda. Jelaskan sesuatu dengan bahasa yang mudah dimengerti oleh audiens Anda. Hindari jargon, bahasa teknis kelas tinggi, atau istilah rumit yang membuat kening berkerut dan orang tidak paham. Ketika audiens mulai kesulitan memahami apa yang Anda bicarakan, maka pada saat itu perhatian mereka sudah teralihkan dari Anda. Dengan bahasa sederhana, audiens akan mudah menangkap maksud Anda sekaligus mengingatnya.

6. Tutup Presentasi Dengan Sebuah Pesan Yang Kuat dan Jelas

Audiens Anda memiliki keterbatasan untuk mengingat seluruh informasi yang Anda sampaikan dalam sebuah presentasi. Karena itu, bantulah mereka dengan pernyataan penutup yang kuat dan jelas. Pilih sebuah kalimat yang jika mereka ingat dengan baik, maka tujuan presentasi Anda tercapai. Sampaikan kalimat yang bisa merangkum sekaligus menjadi inti dari keseluruhan pembicaraan Anda.
Inilah yang Steve Jobs sampaikan ketika dia menutup presentasi peluncuran iPhone:
“I think when you have a chance to get your hands on it, you’ll agree, we have reinvented the phone.”
Kalimat Apple reinvented the phone merupakan penutup yang kuat dan menjadiheadline berbagai media setelah presentasi tersebut selesai.
Sama halnya ketika Marthin Luther King Jr. memberikan pidato bersejarah “I have a dream” dia menyampaikan penutup sebagai berikut:
I have a dream that one day on the red hills of Georgia the sons of former slaves and the sons of former slaveowners will be able to sit down together at a table of brotherhood.
I have a dream that one day even the state of Mississippi, a desert state, sweltering with the heat of injustice and oppression, will be transformed into an oasis of freedom and justice.
I have a dream that my four children will one day live in a nation where they will not be judged by the color of their skin but by the content of their character.
I have a dream today.

Perhatikan pidato tersebut. Orang tidak akan pernah lupa dengan kalimat penutupnya. Itulah inti pesan dari seluruh pembicaraan yang ingin disampaikan.
Gunakan enam cara di atas dan jadilah presenter inspiratif dalam setiap kesempatan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar